gambar
Hari Ini :

Beranda » Info SMAIT » Menerapkan Mikropropagasi Tanaman, Siswa Kelas XII IPA Praktik Kultur Jaringan Tumbuhan

Senin, 13 Februari 2017 - 14:38:47 WIB
Menerapkan Mikropropagasi Tanaman, Siswa Kelas XII IPA Praktik Kultur Jaringan Tumbuhan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Info SMAIT - Dibaca: 754 kali

Senin (6 Februari 2017) dan Selasa (7 Februari 2017) siswa kelas XII IPA mengikuti kegiatan outing class mata pelajaran Biologi ke laboratorium kultur jaringan di Fakultas Pertanian UNS Surakarta. Dengan penuh semangat dan sedikit penasaran, mereka antusias menyimak penjelasan DR. Ir. Endang Yuniastuti, MSi, pakar kultur jaringan. Sebelum melakukan teknik kultur jaringan, mereka mendapatkan teori dalam kuliah umum terlebih dahulu. Setelah itu, rombongan dibagi menjadi 3 kelompok, meliputi kelompok praktik aklimatisasi, praktik medium agar, dan praktik pengkulturan.Rombongan yang didampingi oleh guru biologi, Budi Lenggono, SPd dan Faisal Imam Prasetyo, SPd ini dibagi dalam dua kloter.Kloter pertama pada hari Senin diikuti oleh kelas XII IPA 1, dan kloter kedua pada hari Selasa diikuti oleh kelas XII IPA 2 dan XII IPA 3.

Pada kegiatan outing class berupa praktik kultur jaringan ini, setiap siswa mengikuti beberapa kegiatan antara lain membuat medium agar, menanam eksplan, dan aklimatisasi. Sarana prasarana yang memadai yang disediakan laboratorium kultur jaringan, FP UNS Surakarta ini memberi fasilitas bagi terselenggaranya pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di sekolah. Dengan demikian, para siswa dapat belajar Biologi dengan maksimal dalam salah satu bahasan yang dipelajari pada bab bioteknologi kali ini.

Teknik kultur jaringan adalah salah satu dari sekian teknik bioteknologi modern yang bertujuan untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif (tanpa perkawinan), tanpa biji. Teknik yang juga disebut mikropropagasi (micro: sangat kecil; propagation: perbanyakan) tanaman ini dilandasi oleh prinsip totipotensi sel. Totipotensi sel adalah kemampuan sebuah sel untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Teknik kultur jaringan memang tidak umum dilakukan oleh orang kebanyakan. Hal ini dikarenakan teknik ini membutuhkan banyak persyaratan, antara lain suhu yang sesuai, aseptik (bebas kuman dan jamur), serta pengetahuan yang memadai. Teknik kultur jaringan membuka peluang bagi siswa agar memiliki wawasan yang luas di bidang biologi serta memiliki cakrawala baru tentang produksi tanaman dalam skala besar namun dengan bahan mikro.Barangkali nanti beberapa di antara mereka menjadi ahli di bidang ini atau menekuni bisnis terkait sehingga mampu berpartisipasi dalam meningkatkan mutu pertanian di Indonesia.

Kegiatan praktikum ini juga menepis anggapan bahwa siswa kelas XII harus lebih banyak melakukan latihan soal dan belajar teori di kelas untuk mempersiapkan ujian nasional. Justru dengan praktikum seperti ini, siswa mendapat pengalaman belajar yang lengkap dan terstimulus untuk belajar lebih giat lagi.Ketegangan dalam mempersiapkan UN yang tinggal beberapa bulan lagi pun dapat terurai dan tidak menjadi hambatan untuk mendapat inspirasi tambahan untuk masuk perguruan tinggi di jurusan pertanian.

 

 

By Budi Lenggono