gambar
Hari Ini :

Beranda » Info SMAIT » Observasi Studi Evolusi di Sangiran

Senin, 13 Februari 2017 - 14:32:19 WIB
Observasi Studi Evolusi di Sangiran
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Info SMAIT - Dibaca: 1551 kali

Pada hari Selasa, 31 Januari 2017 siswa kelas XII IPA 1 SMA IT Nur Hidayah mengadakan kegiatan outing classyang berlokasi di Museum Manusia Purba, Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.Adapun kelas XII IPA 2 dan XII IPA 3 pada hari Kamis, 2 Februari 2017juga melakukan kegiatan serupa. Di situs tersebut, siswa kelas XII IPA mempelajari materi evolusi sebagai salah satu bab yang dipelajari pada mata pelajaran Biologi. Sebagai bentuk pengalaman belajar bagi siswa, mata pelajaran yang diampu oleh Budi Lenggono, S.Pd. ini memilih lokasi Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSNP) Sangiran bukan tanpa suatu alasan.Selain Sangiran sebagai sebuah situs yang diakui sebagai Warisan Budaya Dunia dari UNESCO yang berlevel internasional, tempat ini juga merupakan tempat yang memiliki kearifan lokal yang patut untuk dijadikan sebagai sumber belajar.Sudah selayaknya-lah SMA IT Nur Hidayah yang juga berlokasi di Jawa Tengah mengunjungi tempat yang menyimpan banyak fosil dan misteri kehidupan makhluk hidup masa lampau ini.

Siswa kelas XII IPA yang berjumlah 86 anak ini, mengikuti beberapa tahap kegiatan outing class yang meliputi menyaksikan video evolusi, mengikuti penjelasan guide di setiap display, hingga observasi lapangan dan pengisian LKS. Beberapa asatidzah yang turut hadir mendampingi kegiatan ini antara lain Edi Siswanto, SHI selaku wali kelas XII IPA 1, Eliza Widaystuti, S.Pd. selaku wali kelas XII IPA 2, Khalifatun Nasriyah selaku wali kelas XII IPA 3, Rosnendya Yudha Wiguna, SH selaku guru sejarah, serta Faisal Imam Prasetyo, SPd selaku koordinator kegiatan ini sekaligus anggota MGMP Biologi.Rombongan tiba di lokasi BPSMP Sangiran pada pukul 10.00 WIB dan mengakhiri kegiatan pada pukul 14.30 WIB.

Situs Sangiran yang dikunjungi dalam outing class ini telah mulai disusun tahun 1893, ketika untuk pertama kalinya situs ini didatangi peneliti asing Eugene Dubois.Pada tahun 1932 LJC van Es melakukan pemetaan secara geologis di Sangiran dan sekitarnya.Peta inilah yang kemudian digunakan oleh GHR von Koenigswald pada tahun 1934 untuk melakukan survei eksploratif dengan temuan beberapa artefak prasejarah. Fosil-fosil hominid mulai ditemukan pada tahun 1936 hingga tahun 1941 oleh Koenigswald dan masyarakat setempat, beberapa di antaranya yaitu fosil Homo erectus, Megantropus palaeojavanicus, fosil gajah purba, kerbau purba, dan batu pipih. Adapun saat observasi lapisan tanah Sangiran, siswa kelas XII IPA mempelajari stratifikasi tanah purba yang nampak jelas ditemukan di persawahan dekat museum.Saat itu pula, rombongan berjumpa dengan salah seorang penemu fosil, bernama Mbah Karsono. Menurut keterangan pihak guide, beliau merupakan salah satu warga setempat yang pernah mendampingi von Konigswald pada saat itu dalam penelitian fosil. Mbah Karsono juga termasuk salah seorang warga Sangiran yang rajin menyerahkan artefak dan fosil yang ditemukannya ke museum dan pernah mendapat beberapa sertifikat penghargaan dari pemerintah pusat.

Kegiatan studi temuan evolusi ini diharapkan memberikan informasi yang cukup bagi siswa kelas XII IPA sehingga memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai kehidupan prasejarah utamanya teori evolusi Darwin yang beranggapan manusia merupakan hasil evolusi manusia. Melalui kegiatan ini pula, siswa diharapkan mampu menangkap informasi bahwa missing link yang telah diakui Darwin terbukti menjadi sanggahan tersendiri bahwa antara Homo erectus dan manusia purba Cro-magnon dan Homo sapiens terdapat perbedaan yang signifikan baik dari morfologi, volume otak, dan budaya. Siswa diharapkan juga menjadi mengerti perbedaan spesies-spesies tersebut jika dibandingkan lagi dengan keterangan beberapa ulama tentang ciri fisik Nabi Adam AS dan waktu turunnya ke bumi.Renungan dan kajian ilmiah mendalam mengenai hal ini pun timbul dan iklim pembelajaran yang kritis dan kontruktif dapat dialami oleh peserta didik.