gambar
Hari Ini :

Beranda » Info SMAIT » Kerja Bakti Pasca Erupsi
Notice: Use of undefined constant id - assumed 'id' in /home/smaitnh/public_html/templates/2014/kiri.php on line 132


Kamis, 20 Februari 2014 - 09:01:58 WIB
Kerja Bakti Pasca Erupsi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Info SMAIT - Dibaca: 4111 kali

Jumat, hari begitu sendu mendung bercampur angin hujan abu. Siswa SMAIT mendadak diliburkan, anugerah karena libur, merana karena bencana. Dilematis. Sejak malam hari pukul 22.50 terdengar gemuruh, ada yang mengira itu adalah geluduk pertanda mau hujan. Tapi ternyata salah, tak ada yang mengira jika bunyi gemuruh itu berasal dari Gunung Kelud yang berjarak 216 kilometer dari Solo. Banyak yang baru sadar ketika pagi hari keluar rumah, hujan begitu deras, bukan air, tapi abu.

Praktis seharian orang-orang enggan keluar rumah, karena kondisi tidak memungkinkan, beberapa sudah terlanjur berangkat ke tempat kerja atau sekolah akhirnya kembali pulang dengan badan berlumur abu bercampur air. Aktivitas ekonomi dan pendidikan diliburkan. Bahkan di daerah Yogyakarta ada sekolah yang mengumumkan sekolah diliburkan selama seminggu. Begitulah setidaknya gambaran pagi hari jumat itu.

Hujan abu yang begitu deras menyisakan butiran abu yang menempel di atap, tembok, dan mengendap setebal beberapa centi di atas lantai luar, jalan dan halaman. Debu campur abu ini jika kering, ditiup angin akan menghasilkan polusi udara, mengganggu pernafasan, pandangan mata, hingga bahkan bisa membahayakan organ dalam tubuh jika masuk. Data mengenai bahaya abu vulkanik ini dapat dicari dengan mudah di internet.

Kesadaran akan semua itu, siswa bersama guru melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan abu vulkanik di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan hari sabtu, 15 Februari 2014 sejak pukul 09.00 hingga tengah hari. Menggunakan sekop, sapu, tong sampah, dan alat apapun yang bermanfaat untuk menggerus abu, mengumpulkan, kemudian membuangnya. Mereka bahu membahu, bekerjasama, demi sekolah tercinta bebas polusi abu vulkanik. Hingga dua hari kemudian, hari senin 17 Februari 2014 sudah bisa dihuni untuk belajar.

Kita semua harus belajar pada apa yang terjadi ini. Bencana bisa berarti ujian, musibah, atau adzab. Ujian bagi orang beriman, musibah bagi orang awam, dan adzab bagi para pendosa. Dimanakan posisi kita? Mari bermuhasabah, mari berbenah, memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ibadah.